Minggu, 30 Oktober 2016

HIGHSCHOOL SURVIVOR part 1


Namaku adalah Imam seorang remaja biasa berumur 17 tahun yang tinggal di kota tangerang, kota pinggirian jakarta. Seperti biasa hari senin pagi adalah hari yang sibuk bagiku yang berstatus pelajar di sebuah sekolah menegah kejuruan di daerah tangerang, hari ini aku sedikit terlambat bangun dan bergegas segera menuju sekolah. Aku berencana berangkat bersama dengan teman baikku Agung, Ia sudah menugguku di perempatan jalan sembari menaiki motornya. “sorry gung, gue telat bangun tadi” sahutku sembari memberhentikan motorku di sebelahnya, “selaw cok, yaudah gc cabut nanti gerbang nya keburu di kunci” kami pun langsung tancap gas ke sekolah. Sialnya sesampai disekolah gerbang sudah di kunci dan kami pun tidak bisa masuk kesekolah, akhirnya kami memutuskan untuk
pulang. Saat kami terjebak lampu merah Disekitar perempatan di dekat sekolah kami, aku melihat seorang pengemis paruh baya berumur sekitar 40 tahunan menggeram sambil duduk di bawah tiang lampu merah.

-Descendant-

Story and written by : -Lucifer dan Indratno
***
Handphone milik Theo berdering. Nadanya menandakan bahwa panggilan itu berasal dari nomor tidak dikenal.

“Halo?” Theo mengangkat panggilan itu sambil berjalan ke arah kamar mandi.
“Theo! Apakah ini kau?” sahut sebuah suara perempuan yang mungkin seumuran dengan Theo dari seberang sana. Theo berpikir sebentar, sebelum akhirnya mengenali suara milik Lilitha, teman semasa SMA nya dulu.

“Oh! Hai, Lil. Apakah kau Lilitha? Wah, sudah lama sekali rasanya tidak berbincang ya. Bagaimana keadaanmu?” Theo tidak bisa menghentikan pertanyaan untuk gadis yang pernah ditaksirnya dulu. Lilitha memang cantik secara fisik dan mempunyai tubuh yang ideal. Bahkan menurut mata lelaki, tubuhnya tergolong seksi.