Namaku
adalah Imam seorang remaja biasa berumur 17 tahun yang tinggal di kota
tangerang, kota pinggirian jakarta. Seperti biasa hari senin pagi adalah hari
yang sibuk bagiku yang berstatus pelajar di sebuah sekolah menegah kejuruan di
daerah tangerang, hari ini aku sedikit terlambat bangun dan bergegas segera
menuju sekolah. Aku berencana berangkat bersama dengan teman baikku Agung, Ia
sudah menugguku di perempatan jalan sembari menaiki motornya. “sorry gung, gue
telat bangun tadi” sahutku sembari memberhentikan motorku di sebelahnya, “selaw
cok, yaudah gc cabut nanti gerbang nya keburu di kunci” kami pun langsung
tancap gas ke sekolah. Sialnya sesampai disekolah gerbang sudah di kunci dan
kami pun tidak bisa masuk kesekolah, akhirnya kami memutuskan untuk
pulang. Saat
kami terjebak lampu merah Disekitar perempatan di dekat sekolah kami, aku
melihat seorang pengemis paruh baya berumur sekitar 40 tahunan menggeram sambil
duduk di bawah tiang lampu merah.
